Rabu, 24 September 2008

Vertigo ohhh Vertigo

Hari sabtu kemarin gw and hubby pergi keluar kota dan kembali ke tempat kami lagi hari minggu sore, actually gw gw males buat pergi but kasihan my hubby masa sendirian aja kesananya and plus hubby juga meminta gw untuk ikut dengannya karna disamping ada acara Indonesian fellowship disini juga ada meeting with our NGO so gak bisa untuk gak dateng artinya mesti dateng hehehe... Lagi males ikut karna pergi sabtu pagi and pulang minggunya...padahal perjalanan kesana memakan waktu 4 jam. Meaning, belom sempet istirahat sudah harus balik lagi hehehe cape deh...mana lagi jalan kesana luar biasa jeleknya so selama dalam perjalanan dari rumah sampe ke tempat yang di tujuh, kami berdua goyang inul terus hehehe.... so perut juga terkocok2...wuih udah gak tau kaya apa deh...

Miggu sore sampe rumah sekitar jam 5.30 sore, sebenernya badan udah rasa gak enak, and gw rasa banget kalo vertigo gw sudah mo kambuh karna kerasa banget mulai melayang-layang and telinga + kepala kiri gw rasa gimana gitu...but gw gak mo mikir itu penyakit...berusaha untuk ngalahkan penyakit dengan semangat yang tinggi hehehe, emangnya bisa ya? so pasti bisalah. So berhasillah terapi gw untuk gak ngerasanin penyakit itu... so malemnya gw masih sempet buka laptop for cek email plus chatting dengan teman tersayang gw,
Renny di sangatta sana yang sedang seorang diri karna misuanya lagi tugas di Jakarta dan juga sedikit ber-say hello by Cbox with Asih yang lagi di tinggal misuanya juga ke State and juga dengan si mami Rimba yang sedang kesel gara-gara file photonya ilang semua hihihi :(. Abis cek sana sini gw langsung bobo.

Senin pagi gw bangun baru kerasa banget cape, sakit di tulang belakang alias pegel-pegel badan semuanya and itu dia yang sebenernya gw berusaha untuk hindari Vertigo gw...olala...why? kok muter semua...bertanda deh itu vertigo kambuh lagi....hiks!!! But mo di gimanain lagi...terpaksa deh naik ke tempat tidur lagi hihihiiii pyusing banget ampe muntah2 ohoooooo...gimana gak muntah wong yang diliat semuanya muter so cuma bisa tutup mata and tidur hihihiiiii

Oleh sebeb itu minta maaf ya untuk temen2 semua kalo comment or cboxnya gak kebales... dari senin ampe selasa karna harus ditempat tidur terus...but PTL, God help me and answered my prayer...so tadi pagi kepala sudah rasa mendingan so cepet2 cek email dan cek blog lagi plus nge-posting beberapa hal termasuk yang gw tulis ini hehehe.... so melalui wadah ini gw juga mo memberi informasi tentang penyakit ini yang banyak orang gak tau apa sih vertigo itu (istilahnya belom familiarlah di telingga kita2 ini ). Orang cuma tau Migren, sakit kepala sebelah... so sekarang gw mo Infokan kesemua supaya tau tentang apa dan bagaimana vertigo itu, semoga ini bermanfaat untuk semuanya dan barangkali aja ada temen2 yang ngerasa sakit seperti ini dipikir migren padahal mungkin bukan migren tapi vertigo... Ok teman-teman semua met membaca dan mempelajarinya ya.



Vertigo

DEFINISI

Vertigo adalah perasaan seolah-olah penderita bergerak atau berputar, atau seolah-olah benda di sekitar penderita bergerak atau berputar, yang biasanya disertai dengan mual dan kehilangan keseimbangan. Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan hari. Penderita kadang merasa lebih baik jika berbaring diam, tetapi vertigo bisa terus berlanjut meskipun penderita tidak bergerak sama sekali.


Benign Paroxysmal Positional Vertigo

Benign Paroxysmal Positional Vertigo merupakan penyakit yang sering ditemukan, dimana vertigo terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 1 menit. Perubahan posisi kepala (biasanya terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling diatas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya episode vertigo ini. Penyakit ini tampaknya disebabkan oleh adanya endapan kalsium di dalam salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam. Vertigo jenis ini mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan. Tidak disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging.


PENYEBAB

Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telingan dengan otak dan di dalam otaknya sendiri. Vertigo juga bisa berhubungan dengan kelainan penglihatan atau perubahan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba.


Penyebab umum dari vertigo:

1. Keadaan lingkungan - Motion sickness (mabuk darat, mabuk laut)
2. Obat-obatan - Alkohol, - Gentamisin
3. Kelainan sirkulasi - Transient ischemic attack (gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya aliran darah ke salah satu bagian otak) pada arteri vertebral dan arteri basiler
4. Kelainan di telinga - Endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam (menyebabkan benign paroxysmal positional vertigo), - Infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, - Herpes zoster, - Labirintitis (infeksi labirin di dalam telinga), - Peradangan saraf vestibuler, - Penyakit Meniere
5. Kelainan neurologis - Sklerosis multipel, - Patah tulang tengkorak yang disertai cedera pada labirin, persarafannya atau keduanya, - Tumor otak, - Tumor yang menekan saraf vestibularis.


GEJALA

Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.


DIAGNOSA

Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah.Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam teling. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup. Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.


PENGOBATAN

Pengobatan tergantung kepada penyebabnya. Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat diatas bisa menyebabkan ngantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester kulit memiliki efek mengantuk yang paling sedikit.

sumber :http://www.indonesiaindonesia.com/f/10354-vertigo/

4 comments:

Asih Najib Evan mengatakan...

Mudah-mudahan vertigomu jarang muncul ya say. Kalau migrainku, Alhamdulillah sudah jarang muncul dari peredaran hidupku, hehe.

Mieske mengatakan...

thanks ya say, doa dan harapanku juga gitu say, ni penyakit hilang dr peredaran hidupku...masalahnya kalo sudah kambuh susah juga ni, dikau pasti tau lah ya gimana kalo migrainmu dulu kambuh susahkan say hehehe

mama icel mengatakan...

apa persamaan vertigo ma migren ..?
sama2 gak enak bikin BT,aku kalau udah migren/pusing serasa hidup gw menderita banget..padahal segala hal harus dihadapi dg suka cita meskipun itu sakit..but berpikir positif juga banyak membantu..

Mieske mengatakan...

@mama icel
hehehe bener tu say, persamaannya adalah sama2 bikin BT kalo lagi sakit. Obatnya seperti dikau bilang say, Suka cita ( Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang) dan berfikir positif.